Pengen banget main ke Dieng, tapi selalu kena ledekan kaka, emang kuat naik gunung nya bi?**skak mat dehh 
Padahal kaka saya sudah menetap disana kurang lebih 9 tahun lho tapi masih belum yakin membawa adik tercintanya ini mendaki gunung dieng, hihii



Semenjak pindah ke Wonosobo, kaka selalu membawa manisan buah Carica sebagai oleh-oleh utama selain keripik kucai, keripik jamur dieng, keripik kentang dieng dll. Pokonya oleh-oleh Wonosobo itu banyaakk bangett. Itu belum termasuk Mie Ongklok yang belum bisa dibungkus :)

Beberapa teman, tetangga bahkan saudara banyak yang belum tau apa itu buah Carica. Jadi kita kenalan dulu yuk, Insya Alloh makin kenal makin tambah pengen main ke Dieng *eeehh

Menurut Wikipedia, Carica ini masih kerabat dekatnya pepaya, namun lebih menyukai dataran tinggi dan basah untuk pertumbuhannya. Jadi yang merasa halaman rumahnya gersang, tutup rapat keinginan untuk menanam buah Carica, karena dia tidak menyukainya ** I dont love you kalo Carica bisa nyanyi MCR mah hihii :)

Disebutkan juga bahwa buah carica memiliki kandungan kalsium, vitamin A, vitamin C juga kandungan minyak atsiri yaitu minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Hmmh pantas saja buah Carica harumnya menggoda banget :)

Sewaktu saya berkunjung ke rumah Kaka di Wonosobo lumayan sering memperhatikan teteh membuat manisan buah Carica. Manisan Carica buatan teteh rasanya enak segar, lebih enak dibandingkan beli manisan buah carica kemasan lho ;)**ngarep langsung disuruh piknik ke Dieng nih :D
Teteh juga bilang kalau harga buah carica ini terjangkau dan mudah didapatkan di pasar tradisional wonosobo. Soal pengolahan juga sangat mudah dan bisa dilakukan tanpa harus menggunakan alat atau bahan khusus. Jadi penasaran juga nih, mau ikutan bisa juga mengolah buah Carica**kepooo

Pas banget beberapa hari yang lalu kaka membawa buah Carica mentah cukup banyak. Jadi langsung coba praktek nih :)

Hal pertama yang perlu kita siapkan adalah menggunakan sarung tangan karet saat mengupas kulit buah Carica. Wah kenapa?
Kandungan getah buah Carica sangat gatal apabila terkena kulit dalam waktu yang cukup lama, bahkan tidak jarang sampai kulit telapak tangan terasa perih dan terluka. Tapi itulah uniknya buah Carica, ibarat sebuah cinta yang harus didapatkan setelah berjuang berdarah-darah diawal tapi kemudian manis rasa sesudahnya hihiii..*baper kan jadinya pemirsa :D

Nah setelah tangan dibungkus oleh sarung tangan karet, langsung kita kupas aja buah Caricanya..langsung terlihat buah Carica yang warna daging buahnya kuning menggoda :)


Setelah selesai dikupas, cuci buah carica di dalam baskom besar sampai bersih. Siap dibelah masing-masing menjadi dua bagian...dan yang pasti buah Carica yang sudah dikupas ini tidak meninggalkan rasa gatal lagi di telapak tangan kita.

Buah Carica yang sudah dicuci bersih, dibelah dua dan dipiisahkan dari bijinya.


Di dalam buah Carica ini terdapat biji yang lumayan banyak, mirip biji buah konyal gitu. Tugas selanjutnya adalah memisahkan daging buah dengan biji buah tersebut.



Jangan buru- buru membuang bijinya ya, karena biji buah Carica harus diolah dulu dengan cara diseduh dengan air panas dan diperas untuk mengambil sari buahnya.
Cara memerasnya sama seperti kita memeras santan, nanti akan keluar sari buah yang kental dari hasil menyaring biji-biji Buah Carica tersebut. Konon, sari buah dari perasan biji buah Carica itu yang membuat rasa manisan Carica nantinya segar-segar gimana gitu. Mudah-mudahan penjelasan yang kurang ilmiah ini dimengerti yaa :)

Step selanjutnya cukup didihkan air secukupnya di panci sampai semua potongan buah carica terendam,
Saya menghabiskan gula kurang lebih 250 gram untuk per kilo buah Carica, untuk takaran airnya cukup sampai terendam saja dan selanjutnya tes rasa sesuai selera kita. Oya, jangan terlalu lama merebus buah Carica karena buahnya cenderung cepat lembek.




Manisan buah Carica cocok disajikan dingin atau sebagai tambahan sop buah, es campur dan kreasi minuman segar lainnya.
Selain menyegarkan, manisan carica juga kaya akan manfaat sari buahnya yang menyehatkan, dengan catatan gula yang digunakan bukan pemanis buatan ya :)


Foto tahun 2015, antara dibuang sayang dan malas memang beda tipis :)

Di Tasikmalaya saat ini sudah banyak yang berjualan manisan buah carica dalam kemasan, apalagi sekarang menjelang bulan Ramadhan Insya Alloh menjadi teman pelepas dahaga yang menyegarkan lho. Tapi sepertinya berburu langsung buah Carica sambil menikmati pemandangan indah gunung Dieng pasti akan lebih asyik ceritanya **keukeuh hihi :)

Marhaban Yaa Ramadhan, :)








Mamah beberapa hari ini sering beli ikan nila merah karena ikan lebih ramah dengan pencernaan beliau. Termasuk saya di rumah juga ikut makan ikan juga, cuma memang masaknya dibuat berbeda dengan mamah. 
Biasanya mamah lebih suka dibikin pepes tanpa bumbu dan saya lebih suka ikan digoreng pakai sambal kecap. 


Sambalnya melimpah ruah nihh..segerr, pedeess :)
Untuk goreng ikan yang sekarang saya pengen coba menikmatinya dengan sambal dabu-dabu khas Manado yang terkenal sedap segar itu lho.
Sambal dabu-dabu berasal dari daerah Manado, Sulawesi Utara. Komposisinya kurang lebih sama dengan sambal daerah lainnya. Hanya saja sambal dabu-dabu dinikmati dengan cara berbeda, mulai dari bahan-bahan yang hanya dipotong-potong tanpa di ulek, pemakaian air jeruk nipis/jeruk limau yang agak banyak sehingga rasanya asem-asem segar, juga cara memasaknya yang hanya disiram minyak goreng panas tanpa ditumis.


Sisa sambal yang masih sempat diabadikan, hihihi :)

Sebenarnya hari-hari biasa saya sering membuat sambal dengan komposisi sama, cuma memang lebih sering mengulek semua bahan sampai halus dan ditumis matang supaya sambal bisa lebih tahan lama. Jadi namanya bukan sambal dabu-dabu, entah sambal apa namanya yang pasti pedas aja dehh :D

Yang suka pedas wajib coba nih, 

Nila Goreng Sambal Dabu-Dabu

Bahan :

- 2 ekor ikan nila merah, bersihkan dan lumuri dengan air perasa lemon/jeruk nipis. Kerat-kerat punggungnya, sisihkan.
- 2 siung bawang putih.
- 1 sendok makan ketumbar.
- 5 cm kunyit.
- Kaldu bubuk dan garam secukupnya.
- Minyak goreng secukupnya.

Saya memakai ikan nila merah yang masih segar

Cara Membuat :
- Haluskan semua bumbu, beri sedikit air dan lumuri ikan nila merah dengan bumbu halus tersebut sampai rata. Biarkan hingga bumbu meresap.
- Panaskan minyak dan goreng ikan sampai matang.


Ikan sudah dibumbui seperti ini bisa untuk stok di kulkas juga lho :)


Sambal Dabu-Dabu

Bahan :

10 siung bawang merah, iris tipis
15 cabe rawit atau sesuai selera, iris bulat
3   buah tomat, buang biji. Potong kotak.
4   buah jeruk limau, potong-potong dan peras airnya.
1  genggam daun kemangi.
2  sdt garam.
1,5  sdt gula pasir.
4  sdm minyak goreng, panaskan.

Cara Membuat :

- Campur bawang merah, cabe rawit, tomat, kemangi, air jeruk, garam, dan gula pasir. Aduk rata.
- Masukkan minyak panas, aduk rata dan siap disajikan.






Dijamin mata langsung melek, nasi abis setengah bakul nihh hehe :) Bagi saya penggemar pedas walaupun sering bermasalah dengan kulit tapi tetap saja makan lagi dan lagi. Pantas saja ya ada istilah tobat sambal, udah tau pedas dan ada efek sampingnya tetap saja ngulek dan colek lagi :D
Selain dipadukan dengan ikan goreng, sambal dabu-dabu juga cocok untuk semua jenis lauk lho. Jangan khawatir dengan bau bawang merah mentah karena kalau sudah tercampur bau bawang merah jadi tidak dominan. Apalagi saya mencampurkan potongan jeruk limau peras, tambah asem seger :)
Gimana, ikut tertarik juga kan sama sambal satu ini. Yuk dicoba bikin di rumah.

Happy Cooking :)








Kue cubit sudah jadi favorit saya semenjak masih duduk di bangku sekolah dasar. Bentuk kuenya mungil dan teksturnya lembut. Yang menurut saya enak dan unik dari kue cubit adalah versi setengah matengnya, hmmh lembut dan lumeeer :D
Banyak yang mengatakan kalau kue ini dinamai kue cubit karena proses abang tukang kue cubit yang mengambil kue cubit yang sudah matang dengan semacam pengait, jadi seolah-olah dicubit gitu.


Liat deh tekstur dalamnya, lembut berserat :)

Kue cubit lama tidak terdengar sampai tahun-tahun kemarin kue cubit mendadak nge hits menjadi andalan cemilan kafe-kafe di kota besar.
Seperti kita ketahui jajanan semacam kue cubit, kue pancong, kue ape sangat identik dengan kue pinggir jalan yang dijajakan oleh abang-abang. Namun di tangan para koki-koki kafe tersebut, kue cubit dimodifikasi sedemikian rupa menjadi cemilan premium yang lezat dengan menggunakan berbagai topping beragam. Mulai dari topping coklat chunky bar, oreo, M&M, bahkan ada juga kue cubit rasa red velvet dan green tea, hmmhh terbayang lezatnya ya.

Nah, di Tasikmalaya juga kue cubit versi hits satu ini sudah banyak dijual juga lho. Cuma karena saya bukan tipe pemburu kuliner**ahhh ngelesss, jadi sampai detik ini belum coba membelinya, haha :D

Setelah berkali-kali ngiler melihat postingan teman-teman yang membeli kue cubit di review grup kuliner, saya akhirnya memutuskan bikin sendiri aja. Nah lho, ko ngga beli aja malah bikin sendiri?

Jawabannya karena  irit, hemat, kenyang..udah gitu aja wkwkkwkwk :)





Kue Cubit

Bahan :

3 butir telur ukuran sedang
175 gram gula pasir
50 gram margarin,lelehkan
300 gram tepung terigu protein sedang
1/2 sdt vanilla susu bubuk
200 ml susu cair 
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt garam
Meises cokelat ( Bisa diganti sesuai selera )

Cara Membuat :

- Campur dan ayak terigu, baking powder dan garam.
- Kocok telur dan gula pasir sampai mengembang. Masukkan vaniili susu bubuk, kocok rata.
- Masukkan margarin leleh dan susu cair, aduk rata.
- Masukkan campuran terigu dan aduk semua bahan sampai rata dan homogen.
- Tutup adonan dengan serbet bersih dan diamkan kurang lebih 30 menit.
- Panaskan cetakan kue cubit, oles margarin tipis.
- Tuang adonan 3/4 tinggi cetakan dan tutup.
- Buka tutup cetakan setelah 1/2 matang, taburi topping sesuai selera ( saya pakai meises cokelat ).
- Angkat kue cubit, sajikan hangat.



Ini versi setengah matang favorit saya, lumeeer :)


Saya bikin 1/2 resep aja karena di rumah cuma bertiga dan kurang suka cemilan manis. Alhamdulillah kue cubitnya laris manis sekaligus membayar rasa kangen kue cubit jadul yang dulu biasa dibeli di abang-abang pinggir jalan.
Insya Alloh nanti mau coba bikin kue cubit green tea atau versi gaul lainnya yang lagi happening.

Happy "cubit-cubitan" :D

Salah satu jenis gorengan yang sempat membuat saya galau saat membuatnya adalah pastel. Pasti semua juga tau sendiri kan pinggiran pastel yang berbentuk anyaman cantik, unik :)
Apalagi sewaktu saya tinggal di Tangerang banyak sekali tetangga yang pinter-pinter bikin kue dan salah satunya bikin pastel ini.
Hal tersebut sering membuat saya minder karena saya cuma bisa bikin bakwan sama tempe mendoan, hiks
Tapi takdir berkata lain *cieee, gara-gara sering dipesenin risoles dan jajanan pasar, saya jadi semangat mau belajar bikin pastel.



Bagi penduduk Jakarta dan sekitarnya pasti sudah familiar dengan salah satu gerai pastel yang terkenal itu lhoo. Saya juga sempat membeli beberapa kali, yaa ngga sering soalnya lumayan harga per buahnya kurang bersahabat untuk dompet saya :)
Alhamdulillah setelah saya belajar, ternyata membuat pastel sendiri itu mudah koo, lebih enak dan lebih hemat. Kalau biasa beli di toko atau pinggir jalan isian pastelnya gitu-gitu aja, di rumah kita bisa mengkreasikannya sendiri sesuai selera.


Duh..duh jadi penasaran kan yaa, kali ini saya membuat pastel yang sangat sederhana karena hanya diisi dengan tumisan bihun dan wortel  :)


Pastel Isi Bihun 
Source : Natural Cooking Club

Bahan Kulit :

300 gram Terigu Serbaguna
100 gram margarine
1 butir telur
75 ml air
1 sdt kaldu bubuk

Bahan Isian :

200gr bihun, rendam, tiriskan
1 sdm kecap ikan
1 wortel, parut kasar
1 btg daun bawang, iris halus
2 bh bawang putih, cincang

1/4 butir bawang bombay
1 sdt garam
1 sdt gula pasir
¼ sdt lada halus
1 sdt kaldu bubuk
2 btr telur rebus, potong kecil



  1. Kulit: aduk semua bahan menjadi satu, uleni hingga kalis. Potong timbang 25gr, bulatkan. Tata diatas loyang, tutup rapat. Istirahatkan 30 menit.
  2. Isi: Tuangi bihun dengan kecap ikan, aduk hingga rata, sisihkan.
    Tumis bawang bombay, bawang putih hingga harum, masukkan wortel aduk rata, masukkan bihun dan daun bawang, aduk.
    Taburi garam, gula pasir, lada halus dan kaldu bubuk, aduk rata dan matang. Angkat.
  3. Penyelesaian:
    Ambil 1 bulatan bahan kulit, gilas tipis dengan rolling pin.
    Beri 1 sdm bahan isi, dan 1 potong telur rebus.
    lipat, tekan-tekan bagian pinggir sambungannya agar rapat kuat. Pulir bentuk pastel. Lakukan pada semua bulatan
    Panaskan minyak, goreng pastel hingga kuning kecoklatan. Angkat. Sajikan bersama cabe rawit.


Selain membuat isian bihun yang sederhana, saya juga sering mengisi pastel dengan ragout isian risoles. Ditambahkan potongan keju quick melt atau mozzarella, duhh melelehnyaa asiik deh :)




Beberapa tips kecil dalam pembuatan pastel :

  • Untuk penggunaan air menyesuaikan dengan kondisi adonan, jika dirasa sudah cukup kalis hentikan penambahan air karena nanti kulit pastel susah digilas.
  • Usahakan menggilas kulit pastel tidak terlalu tipis karena kulitnya rentan sobek.
  • Apabila pastel mentah hendak masuk freezer, taburi permukaan pastel dengan terigu tipis-tipis supaya pastel saat hendak digoreng tidak lengket satu sama lain.
  • Goreng pastel dengan minyak hangat dan api sedang, jaga agar kulit pastel matang merata.
Pastel ini walaupun dikonsumsi sudah dingin tapi kriuknya tetap terasa, makanya tidak heran kalau pastel selalu jadi best seller isian snack box atau favorit cemilan keluarga.
Yuk coba bikin di rumah, jangan lupa untuk mengkreasikannya sesuai selera ya :)

Happy Cooking :)







Bikin nugget kali ini disponsori oleh kaka ipar saya yang tinggal di Balikpapan. Beberapa hari ini nanyain resep nugget dan risoles.
Jadi saya ikutan terbawa suasana pengen bikin nugget juga.

Sehari sebelumnya saya sempat membeli 1 pak nugget di minimarket dekat rumah. Ya sengaja pilih kemasan paling ekonomis, maklum iriters: D
Eh ko ya isinya cuma beberapa biji aja plus rasanya juga dominan tepung rotinya ;(
Tapi hasna doyan aja, ni anak ngga tau bedanya palsu atau bukan sih. Jadi peran saya sebagai emak harus benar-benar ketat menjaga makanan yang dikonsumsinya *ehem

Kalau dulu yang namanya nugget itu ya nugget ayam aja. Tapi sekarang nugget bisa terbuat dari tempe / tahu, dicampur berbagai macam sayuran dan bahan tambahan lainnya seperti keju dan mayonaise. Pokoknya yang berbalut tepung panir pasti disebut nugget, mungkin termasuk daging steak abal-abal yang banyak dijual disini ( Tasikmalaya ) yang lebih dominan tepung panirnya dibanding dagingnya.
Coba namanya diganti jadi steak nugget aja, kayanya lebih jujur dibandingkan harus memaksakan dengan status tenderloin 'maksa' **Haaaa minta ditimpuk pake brown sauce ini mah :))

Daripada ngerumpi yang ngga jelas, kita langsung bikin aja yuk. Kali ini saya bikin nugget menggunakan resep yang sangat sederhana sehingga mudah dipraktekan di rumah :)

 


NUGGET AYAM

300 gram daging ayam cincang
4     lembar roti tawar
125 ml susu cair
1     siung bawang putih, cincang halus
1/2 butir bawang bombay, cincang halus
1    butir telur
35 gram keju cheddar ( saya pakai 30 gram cheddar dan keju mozzarella yang dipotong dadu )
1   sdt kaldu bubuk
1/2 sdt gula pasir
1/2 sdt lada bubuk
Sayuran seperti wortel, brokoli atau bisa di skip
1   sdm margarin untuk menumis

Pelapis :

Putih telur secukupnya
Tepung panir kasar secukupnya

CARA MEMBUAT :

  • Panaskan kukusan dengan api sedang
  • Panaskan margarin, tumis bawang puth dan bawang bombay sampai keluar aromanya. Sisihkan.
  • Siapkan blender, masukan roti tawar yang sudah dipotong-potong, susu cair dan tumisan bawang. Blender sampai halus.
  • Dalam wadah lain, masukan daging ayam cincang, telur, parutan keju cheddar dan potongan keju mozzarella. Tambahkan campuran roti yang sudah diblender halus. Aduk rata.
  • Tambahkan kaldu bubuk, gula pasir dan lada bubuk. Tes rasa
  • Tuang adonan dalam loyang yang sudah dilapis platik tahan panas atau dioles margarin tipis. Bisa juga menggunakan pinggan tahan panas. Ratakan.
  • Kukus kurang lebih 30 menit sampai matang. Dinginkan.
  • Potong-potong nugget sesuai selera, bisa dipotong kotak, stik atau memakai cookie cutter.
  • Celupkan potongan nugget ke dalam kocokan putih telur dan tepung panir. Lakukan sampai semua potongan nugget habis.
  • Masukan potongan nugget ke dalam wadah kedap udara atau plastik tebal. Simpan di dalam freezer, siap dijadikan stok atau digoreng sesaat sebelum dimakan.
Kalau pakai keju mozzarella jangan kaget ya kalau tekstur nuggetnya sewaktu masih panas ada sensasi lelehannya gitu, hmmmh lupa ngga difoto :D


Foto diatas nuggetnya dipotong memakai cookie cutter bentuk hati, full of love gituu :) Bentuk lainnya hanya dibikin stik aja yang simpel.
Nugget cocok dijadikan alternatif makanan yang wajib dibikin stok dalam freezer. Selain rasanya enak, cara pembuatannya juga mudah. Dari segi biaya dapur juga lebih hemat dibandingkan dengan nugget kemasan di supermarket *iriters again :)

Tertarik ikut mencoba kan?
Yuk segera siapkan bahannya, happy cooking :)










Bikin siomay ini gara-gara niat hati mau beli siomay abang-abang dan ternyata sudah kehabisan. Padahal saya sudah berusaha sekuat tenaga ngejar si abang, yaahhh..kecewa berat deh,.:(


Siomay atau siu may merupakan salah satu jenis dim sum yang lembut membelai lidah. Kulitnya terbuat dari dumpling atau kulit pangsit. Untuk adonannya terbuat dari campuran ikan tenggiri, kanji dan bumbu seperti kecap ikan, bawang putih dan kaldu bubuk. 
Di Indonesia siomay banyak di modifikasi dengan bahan-bahan kreatif, seperti udang, ayam, ikan tawar dan tambahan lainnya seperti keju, wortel , brokoli dan lain-lain.



Jujur saya belum pernah membuat siomay asli dengan ikan tenggiri dan dibungkus kulit pangsit. Pasar dekat rumah hampir tidak pernah menyediakan ikan tenggiri jadi saya selalu menggantinya dengan daging ayam saja. Untuk kulit pangsit juga belum pernah bikin, alesannya sih (sok) sibuk jadi ngga sempet giling-giling kulit pangsitnya :D
Ada sih kulit pangsit instan di pasar swalayan, tapi ya itu dia pasar swalayannya jauh, hehehe ampuun deh 1001 alesan :))



Jadi siomay ala saya ini sangat sederhana, cuma dicetak pakai cetakan talam aja dan adonan sebagian diisi ke tahu kuning. Kurang kreatif sih tapi rasanya enak lho, cocok buat alternatif masakan berbahan dasar daging ayam.

Untuk membuat siomay empuk ada beberapa alternatif bahan yang ditambahkan seperti labu siam kukus dan telur. Semuanya menurut saya enak, tapi mengingat segi kepraktisan saya lebih suka siomay dengan tambahan telur pada adonannya.



Siomay Ayam Kornet 

Bahan :

- 250 gram daging ayam giling
- 100 gram tepung kanji
- 2     siung bawang putih, haluskan
- 1     telur utuh
- 1     putih telur
- 1     sdt kecap ikan
- 1     batang daun bawang
- 1/4  sdt gula pasir
- Kaldu bubuk atau garam secukupnya

Pelengkap :

- Tahu , kerat dan isi dengan adonan
- Cetakan talam, oles minyak
- Pare* saya skip
- Kol rebus, lipat dan gulung
- Kentang rebus
- Telur rebus
- Jeruk limau
- Kecap manis
- Sambel cabe rawit

Saus Kacang :

150 gram kacang tanah, goreng sampai matang
1     sdm gula merah,sisir halus
3     butir kemiri, sangrai atau goreng sebentar
1     siung bawang putih
1     cabe merah
1     sdm air asam
Daun jeruk, daun salam
Minyak goreng secukupnya


Cara Membuat :

Siomay :
- Panaskan panci kukusan yang sudah diisi air secukupnya dengan api sedang.
- Campur daging ayam giling, tepung kanji, bawang putih halus, telur, kecap ikan, daun bawang, kaldu bubuk dan gula pasir. Tes rasa
- Belah tahu menjadi 2 bagian, kerat tengahnya. Isi keratan tahu dengan adonan. Beri 1sdm kornet untuk toppingnya, sisihkan.
- Oles cetakan talam/cucing dengan sedikit minyak goreng. Sendokan adonan sampai 3/4 penuh, beri 1 sdt kornet
- Kukus tahu dan adonan dalam cetakan talam. Kukus sekitar 25 menit sampai matang.
- Keluarkan siomay dari cetakan, tata kembali dalam kukusan bersama pelengkap lain seperti

Saus Kacang :
- Haluskan kemiri, gula merah, bawang putih, dan cabe merah.
- Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus, daun jeruk, daun salam sampai keluar aromanya.
- Masukan kacang tanah goreng halus, aduk rata.
- Tambahkan air secukupnya, tunggu sampai mendidih. Masukan air asam, masak saus kacang sampai kental dan matang.

Penyajian :
- Siapkan piring saji, belah 1 buah kentang menjadi 3 bagian, potongan kol, telor, tahu dan siomay.
- Siram dengan saus kacang secukupnya, kecap manis dan perasan jeruk limau.
- Sajikan hangat dengan tambahan sambel cabe rawit.


Mudah kan yaa, semudah menghabiskannya :D
Oya, kalau menemukan kasus seperti adonan keenceran, bisa disiasati dengan menambahkan sedikit tepung kanji sampai adonan bisa disendokan. Hati-hati jangan terlalu kaku juga, nanti teksturnya jadi keras :)

Selamat mencoba, happy cooking :)

Happy Birthday KBB...Happy Birthday KBB..Happy Birthday...Happy Birthday..Happy Birthday KBB...*yeeee tepuk tangannya mana? :D


Sebagai member yang terbilang masih baru, tentu saya sangat senang bisa menjadi bagian dari ulang tahun KBB yang ke 8 pada tahun ini.
Banyak sekali kemajuan yang saya rasakan pada proses belajar perbakingan saya semenjak gabung dengan KBB. Salah satu yang sangat berpengaruh adalah adanya rasa 'berani' dalam menghadapi resep apapun.
Padahal saya ini sebelumnya sangat penakut, baca resep roti dan pastry pasti langsung kabur :D Namun tantangan uji pracoba member saya malah Mexican Buns dan Pisang Molen, dan ternyata bisa diselesaikan dengan baik, alhamdulillah :)
Tantangan dalam menyambut ulang tahun KBB kali ini adalah membuat soesmaker yang diadaptasi dari tabloid SAJI.



Sebenarnya saya sudah memenuhi tantangan dari awal bulan September dan entah kenapa baru laporan resmi menjelang deadline yaa, pelupaa hehe :D
Padahal kalau lewat satu hari saja berarti ngga ikutan tantangannya dong, hikss
Soesmaker merupakan salah satu snack jadul yang gurih, saya kurang paham juga berasal dari daerah atau negara mana*udah keliling google tapi tidak menemukan petunjuk. Pembuatannya murni spongecake namun penggunaan telurnya lebih banyak dibanding terigunya sehingga teksturnya ringan.



Soesmaker

1 siung                  bawang putih, dicincang halus
2 sdm                    tepung terigu protein sedang
150 ml                   air kaldu ayam
50 gram                ayam suwir
5 batang               buncis, diiris halus, direbus
30 gram                wortel, dipotong dadu, direbus
1/4 sdt                  garam
1/8 sdt                  merica bubuk
1/4 sdt                  pala bubuk
1/4 sdt                  gula pasir
1 sdt                      seledri, dicincang halus
1 sdm                    margarin untuk menumis

Bahan Cake:
5 bh                       kuning telur
3 bh                       putih telur
75 gram                gula pasir
1 sdt                      emulsifier (sp/tbm)
75 gram                tepung terigu protein sedang
50 gram                margarin, dilelehkan

Cara Pengolahan :
Isi:
Panaskan margarin. Tumis bawang putih sampai harum. Tambahkan tepung terigu. Aduk sampai berbutir. Tuang air kaldu ayam sedikit-sedikit sambil diaduk sampai licin.
Masukkan ayam suwir, buncis, wortel, garam, merica bubuk, pala bubuk, dan gula pasir. Masak sampai kental. Tambahkan seledri. Aduk rata. Angkat dan dinginkan.

Cake:
Kocok telur, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu sambil diayak dan diaduk rata.
Masukkan margarin leleh sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan.
Tuang sedikit adonan di cetakan muffin yang dioles margarin. Beri isi. Tutup lagi dengan adonan.
Oven 20 menit dengan suhu 190 derajat Celsius.
Untuk 25 buah




Tantangan kali ini Alhamdulilllah bisa diselesaikan saya dengan lancar*walau laporan telat :)) dan rasa soesmakernya juga enak.Sedikit terlalu manis sepertinya gara-gara timbangan punya saya sempat error jadi nimbangnya ada yang pakai jurus kira-kira ;D
Isian soesmaker juga bisa dikreasikan sesuai selera dan kebutuhan. Contohnya saya suka makanan pedas jadi soesmakernya saya ganti topping kejunya dengan cincangan cabe merah.
Rasanya menjadi unik karena cincangan cabe merah tersebut jadi kering dan wangi-wangi gimanaa gituuu :D
Eeeh iya ada satu kesalahan saya, hampir semua foto soesmaker ternyata typo. Harusnya soesmaker bukan soes maker ya, hehee mau diganti tapi setelah ngubek-ngubek file foto aslinya sudah terhapus. Jadi mohon dimaafkan ya bu Hostt, hehe


Sekali lagi saya ucapkan " Selamat Ulang Tahun KBB Yang Ke 8 "
Do'a saya semoga di usia sekarang KBB semakin kompak dan salah satu harapan saya adalah bisa kopdar bersama teman-teman KBB semuanya lhoo :)
Terima kasih KBB, karena tantanganmu saya menjadi seorang "pemberani' saat praktek resep, berani mencoba, berani gagal dan saya sangat bangga menjadi anggota Klub Berani Baking.

Salam hangat untuk semua member KBB dan host tertjintah..:)


Bismillahirrahmanirrohim...
Saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1436H, semoga dalam hari raya Idul Adha ini kita semua senantiasa ada dalam rahmat dan keberkahan dari Alloh SWT, Aamiin.

Rasanya baru tempo hari merayakan hari raya Idul Fitri dan  alhamdulillah sekarang bisa merayakan Hari Raya Idul Adha penuh khidmat.
Walaupun rumah sepi tanpa kakak dan ponakan-ponakan yang biasanya mudik, namun cukup ramai oleh tetangga yang lewat silih berganti untuk persiapan kurban.
Saya sih ngga ikut mempersiapkan, hanya sibuk jadi penonton di dalam rumah saja :)

Idul Adha adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijah setiap tahunnya. Ada juga yang menyebutnya sebagai " Lebaran Haji " karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji di Mekkah. Pada hari raya tersebut diperingati peristiwa ketika Nabi Ibrahim akan mengurbankan putranya yaitu Ismail atas perintah Alloh SWT ( sudah pada tau kan kisah lengkapnya? :D)
Mayoritas ulama menyatakan bahwa berkurban adalah sunnah muakkad (utama), diperuntukkan bagi kaum muslimin dan muslimah yang memiliki kemampuan dan kecukupan dari segi harta untuk bisa berkurban.
Untuk jenis hewan yang dikurbankan bisa berupa unta, kambing, atau sapi yang sudah cukup usia dan memenuhi syarat kurban lainnya. Diutamakan penerima daging kurban adalah mereka yang benar-benar membutuhkan dan berada dalam garis ekonomi miskin dan tidak mampu.

Nah, bagi umat Islam yang tinggal di Indonesia tentu Idul Adha menjadi salah satu hari raya yang penuh dengan keunikan kuliner masing-masing daerah dalam mengkreasikan daging kurban baik itu daging sapi atau kambing.
Kalau biasanya pada hari raya Idul Fitri daging sapi mayoritas dimasak rendang maka di hari raya Idul Adha lebih identik dengan sate dan olahan daging berkuah bumbu pekat seperti gulai.


Lain cerita dengan saya yang kurang menyukai olahan daging apalagi yang berbumbu pekat, jadi ekspresi saya seringnya datar-datar aja kalau kebagian daging kurban. Paling rajin juga diungkep bumbu asem manis atau bumbu kecap :D
 Eeeh tapi itu dulu, sebelum pak Ustadz di lingkungan mesjid RT mengingatkan bahwa seandainya kita masih mampu membeli daging sendiri maka lebih baik kalau jatah daging kurban itu diberikan kepada tetangga yang kurang mampu. Duuh malu deh rasanya kalau mengingat masa lalu yang sering nunggu-nunggu dibagi daging kurban padahal masih banyak tetangga yang membutuhkan :(



Namun hal tersebut bukan alasan untuk tidak bisa ikut menikmati euforia memasak sate dan olahan daging lainnya. Alhamdulillah, mamah dan saya kompak untuk membeli daging sapi di pasar sehari sebelum hari raya Idul Adha, jadi bisa diungkep dulu sampai empuk.
Pilihan menu pertama untuk mengawali kemeriahan Idul Adha tahun ini adalah soto daging ala soto betawi. Sengaja masak soto soalnya saya kok kangen sama masakan berkuah tapi bumbunya tidak mau terlalu pekat. Jadi sengaja dibikin minimalis tanpa santan cukup ditambah susu full cream saja :)


Soto betawi merupakan masakan favorit kedua saya setelah terong balado dengan catatan dagingnya tidak dicampur jeroan atau babat, hiiyyy :)
Bagi saya, soto itu selain daging yang "wajib" empuk juga kuah nya harus kaya bumbu dan rempah namun tidak berwarna keruh :) Selera saya bahkan tidak mengharuskan daging yang banyak melainkan lebih menikmati paduan kuah, emping dan irisan tomatnya, judulnya jadi soto emping tomat kali ya hehe :)


Soto Daging Ala Soto Betawi

Bahan :

- 500 gram daging sapi, potong-potong kotak sedang
- Air untuk merebus daging
- 300 ml susu full cream/ susu evaporasi /santan
- 3 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk
- 2 batang serai
- 2 butir kapulaga
- 1 batang kayu manis
- 1/2 sdt lada bubuk
- kaldu sapi bubuk
- 1 sdm gula pasir/ 2sdm kecap manis
- 3 sdm minyak goreng untuk menumis

Bumbu Halus :
- 5 butir kemiri, goreng atau sangrai sebentar
- 10 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 1 ruas jahe
- 2 cm  pala
- 1 sdm ketumbar
- 1 sdt jintan

Pelengkap :
- Daun seledri
- Tomat merah
- Bawang Goremg
- Emping atau kerupuk bawang
- Sambel cabe rawit

Cara Membuat ;

  • Rebus air sampai mendidih, masukan daging, rebus sampai semua kotorannya keluar. Matikan api, angkat daging dan cuci sampai bersih.
  • Siapkan air rebusan baru, rebus daging sapi sampai 3/4 empuk. Angkat daging, sisihkan air kaldu dari hasil rebusan.
  • Haluskan kemiri, bawang merah, bawang putih, jahe, pala, ketumbar dan jintan.
  • Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus sampai harum dan matang. Masukan serai, daun salam, dan daun jeruk. Tumis sampai harum dan keluar aromanya.
  • Tambahkan air kaldu sedikit demi sedikit, masukan kapulaga, kayu manis, garam, gula pasir, kecap manis dan kaldu sapi bubuk secukupnya.
  • Biarkan mendidih, masukan potongan daging sapi. Masak sampai daging benar-benar empuk dan matang.
  • Masukan susu full cream/ susu evaporasi/ santan, sedikit demi sedikit. Aduk searah, biarkan mendidih beberapa saat dan matikan api.
Penyajian :
  • Siapkan mangkuk, tata daging dan irisan tomat. Siram dengan kuah soto, beri kecap manis, acar dan tambahan sambel cabe rawit sesuai selera.
Biasanya saat membeli ke tempat makan soto, daging dan kuah sengaja dibuat terpisah. Tentunya hal itu dilakukan pedagang supaya lebih tepat dalam menakar daging dan kuahnya. Selain itu, biasanya disediakan juga isian pelengkap lainnya seperti babat dan jeroan.
Seperti yang sudah saya bahas diatas, kalau saya kurang suka masakan bersantan apalagi ditambah jeroan*siapa yang nanya sih sebenernya :D
Makanya bikin di rumah juga benar-benar memaksakan selera saya untuk orang serumah hehee, tapi Alhamdulillah semuanya suka.
Semua dikembalikan pada selera masing-masing yaa :)


Sedikit cerita sedihnya di lebaran Idul Adha tahun ini karena kakak yang akan berangkat mudik ternyata batal karena beberapa hal. Padahal saya sengaja memasak agak banyak untuk menyambutnya dan dengan terpaksa ( baca; bahagia) menghabiskan semua sotonya hehehe :)
Insya Alloh berkumpul waktunya bisa diatur walaupun bukan hari raya ya :)


Semoga semua yang telah selesai melaksanakan kurban senantiasa diberikan  keberkahan rezeki oleh Alloh SWT, aamiin.
Bagi yang belum berkurban juga jangan khawatir, yuk kita belajar nabung dari sekarang *selfreminder

Selamat merayakan dan tetap semangat di dapur yaa :)